Dapatkan Informasi Terkini

Sekolah Islam Terpadu Robbani Ogan Ilir

Cara Menangani Kebiasaan Buruk Anak

Penulis : Rini Nur Aisah, S.Pd

Seorang ibu adalah madrasah utama bagi anak-anaknya. Seorang ibu atau pendidik harus mengetahui berbagai macam karakter anak dan cara mengatasinya. Ketika anak memiliki kebiasaan buruk maka harus segera diluruskan, karena jika dibiarkan akan menjadi karakter yang sulit dirubah. Orang tua atau pendidik harus mengamati tingkah laku dan kebiasaan anak, sehingga ketika melihat sikap yang tidak wajar bisa segera diluruskan. Macam-macam kebiasaan buruk yang bisa dilakukan anak dan harus diperbaikin antara lain :

  1. Suka bohong, ketika orang tua atau pendidik mendapati anak berbohong sebaiknya segera menjelaskan kepada anak tentang kejelekkan dan akibat dari perbuatan bohong. Serta mengajarkan  dan membiasakan anak untuk selalu berbuat jujur dan menjelaskan keutamaan jujur, bahwa Allah mencintai orang yang jujur. Bisa jadi anak berbohong karena tidak tahu kalau berbohong itu tidak baik dan berdosa. Atau juga anak berbohong karena sekedar main-main, tampil hebat tau ingin mendapatkan pujian dari orang lain.
  2. Suka melawan, kebiasaan ini karena anak sering dilarang, tidak diperhatikan, dan tidak dihargai karyanya. Sehingga untuk melampiaskan kekecewaan hatinya dia melawan, memberontak dan bersikap kasar. Menghadapi anak yang suka melawan adalah berikan kasih sayang, menjelaskan mengapa kita dilarang melakukan sesuatu dan berikan kegiatan yang bermanfaat kepada anak.
  3. Keras kepala, faktornya karena anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan faktor emosional yang terpendam. Sebaiknya orang tua atau pendidik mengarahkan anak untuk melakukan kegiatan fisik yang mengasah motorik kasarnya sehingga anak bisa menyalurkan emosinya, tidak menghalangi bakat dan minat anak.
  4. Cepat bosan dan kurang sabar, maka orang tua atau pendidik harus memberikan permainan yang variatif dan edukatif. Karena permainan memiliki banyak manfaat bagi anak yaitu meredam ketegangan emosional dan jasmani pada dirinya, meningkatkan keaktifan pada anak, membantu dalam pembentukan akhlak anak.
  5. Kebiasan mencuri, orang tua atau pendidik memberikan pemahaman kepada anak perbedaan antara haknya dan hak orang lain, dan mengajari cara meminta izinnya, mencerikan kisah akibat pencuri dan tempat kembali bagi orang-orang yang suka mencuri adalah neraka.
  6. Kurang percaya diri, sikap menganggap dirinya tidak mampu melakukan sesuatu, bila dibiarkan berkelanjutan dan mencapai puncaknya akan mengakibatkan perasaan cemas, yang berujung pada depresi. Yang dilakukan orang tua atau pendidik menunjukkan kasih sayang, membiarkan anak memilih makanan sendiri, minuman dan permainannya, serta memberikan motivasi anak.
  7. Perasaan takut, orang tua atau pendidik harus menganalisa penyebab ketakutannya, menjelaskan kepada anak hakikat takut, menjauhkan anakdari suasana tegang, menceritakan kisah-kisah yang bagus dan tidak menakutkan sebelum tidur, menceritakan tentang peperangan yang diikuti Rasulullah SAW.

Semoga dengan kita mengetahui kebiasaan buruk dan cara menangani anak didik kita di sekolah, kita bisa mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik, berakhlakul karimah dan bisa menjadikan generasi penerus bangsa kita.

How to Deal with Children’s Bad Habits

A mother is the main madrasa for her children. A mother or educator must know the various characters of children and how to deal with them. When a child has a bad habit, it must be corrected immediately, because if left unchecked, it will become a character that is difficult to change. Parents or educators must observe the behavior and habits of children, so that when they see an unnatural attitude, they can immediately be straightened out. Various kinds of bad habits that can be done by children and must be corrected include:

Likes to lie, when parents or educators find a child lying, it is better to immediately explain to the child about the ugliness and consequences of lying. And teach and familiarize children to always be honest and explain the virtue of being honest, that Allah loves honest people. It could be that children lie because they do not know that lying is not good and sinful. Or also children lie because they are just playing, look great or want to get praise from other people.
Likes to fight, this habit is because children are often banned, not noticed, and their work is not appreciated. So to vent his disappointment he resisted, rebelled and acted rudely. Dealing with children who like to fight is to give love, explain why we are forbidden to do something and provide activities that are useful for children.
Stubborn, the factor is because children have a great curiosity and a pent-up emotional factor. Parents or educators should direct their children to do physical activities that hone their gross motor skills so that children can channel their emotions, not hindering their talents and interests.
Bored quickly and impatient, parents or educators must provide varied and educational games. Because games have many benefits for children, namely reducing emotional and physical tension in themselves, increasing activity in children, helping in the formation of children’s morals.
In the habit of stealing, parents or educators give children an understanding of the difference between their rights and the rights of others, and teach them how to ask for their permission, telling the story of the consequences of theft and the place of return for those who like to steal is hell.
Lack of self-confidence, the attitude of thinking that he is unable to do something, if allowed to continue and reach its peak will result in feelings of anxiety, which lead to depression. What parents or educators do is show affection, let children choose their own food, drinks and games, and motivate children.
Feelings of fear, parents or educators must analyze the cause of their fear, explain to children the nature of fear, keep children away from a tense atmosphere, tell good and not scary stories before going to sleep, tell about the wars that the Prophet SAW followed.
Hopefully by knowing bad habits and how to handle our students at school, we can change bad habits into good habits, have good morals and can make the next generation of our nation.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.