Dapatkan Informasi Terkini

Sekolah Islam Terpadu Robbani Ogan Ilir

Reward dan Punishment pada Anak Usia Dini

Penulis : Rahmah Fithriani, S.Pd

Anak usia dini berada dalam masa keemasan sepanjang rentang usia perkembangan anak. Usia keemasan merupakan masa dimana anak mulai peka untuk menerima berbagai stimulasi dan berbagai upaya pendidikan dari lingkungannya baik disengaja maupun tidak disengaja.

Pendidikan untuk anak meliputi semua bidang pendidikan diantaranya adalah, pendidikan moral, pendidikan fisik, pendidikan rasio, kejiwaan, sosial dan lainnya

Dalam proses belajar tentunya banyak hal yang terjadi baik itu kearah yang lebih baik atau bahkan hal yang melanggar. Tentu itu adalah suatu hal yang wajar, karena sebagai anak usia dini adalah masa dimana anak ingin tahu tentang semua hal, ingin meniru orang orang disekelilingnya, ingin mencoba hal-hal baru, dan lainnya.

Dalam masa belajar inilah kita sebagai orang tua atau sebagai pendidik harus selalu memberikan stimulasi-stimulasi untuk menggali kemampuan anak dan memberi motivasi sebagai penyemangat belajar yaitu melalui pemberian reward/ hadiah.

Begitupun sebaliknya dalam masa belajar anak juga tidak akan luput dari melakukan kesalahan / pelanggaran-pelanggaran yang pada akhirnya akan benjadi sarana anak untuk belajar bahwa ada hal-hal boleh dan tidak boleh dilakukan.

Hadiah dan hukuman adalah dua hal yang berlawanan. Hadiah diberikan sebagai imbalan terhadap prestasi yang dicapai anak, sedang hukuman adalah sesuatu yang diberikan apabila terjadi pelanggaran atau kesalahan yang dilakukan anak.

Hadiah atau pujian akan berperan efektif sebagai sarana memotivasi anak untuk mengulangi hal yang sama dan memperkuat perilaku yang sudah tepat secara kontinyu dan bahkan menjadi lebih baik lagi.

Hadiah yang diberikan dapat bermacam-macam bentuknya diantaranya adalah dapat berupa barang atau materi, berupa pujian seperti ungkapan “bagus, jempol, baik” dan lainnya, tanda-tanda berupa mimic wajah, angka-angka atau nilai dan lain sebagainya.

Hadiah sebagai alat untuk mendidik tidak boleh bersifat imbalan, karena imbalan merupakan sesuatu yang diberikan sebagai ganti atas tindakan yang telah dilakukan seseorang.

Jika hadiah sudah bersifat imbalan, maka anak akan melakukan kebaikan hanya karena mengharapkan imbalan, dan tidak lagi bersifat mendidik.

Pemberian hadiah harus bernilai pendidikan, yaitu anak memiliki pengetahuan bahwa perbuatannya baik sehingga layak mendapatkan penghargaan sehingga memotivasi anak untuk mengulangi perbuatan baik tersebut dan memperkuat perilaku yang dapat diterima oleh lingkungan.

Hukuman dilakukan untuk mengurangi terjadinya suatu perilaku yang melanggar dan tidak sesuai dan berlaku sebagai perbaikan bukan sebagai suatu siksaan. Hukuman sebaiknya diberikan dengan cara-cara yang lembut dan menghindari hal-hal yang keras dan kasar karena akan mengakibatkan rasa takut dan rasa kurang percaya diri pada anak.

Anak belajar tentang salah dan benar melalui hukuman, mengajari anak suatu aturan yang harus difahami dan dipatuhi, yang menuntunnya untuk mengetahui bahwa ada hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Namun dalam pemberian hukuman tidak boleh dilakukan dengan sewenang-wenang dan secara emosional. Karena tujuan hukuman yang sebenarnya (memberikan penyadaran dan tidak akan mengulangi) tidak akan tercapai dengan efektif.

Peraturan dan hukuman yang didiskusikan antara orang tua /guru dan anak juga akan berdampak baik pada anak, anak akan siap menerima hukuman jika suatu saat dia melakukan tindakan yang melanggar peraturan yng telah disepakati.

Hukuman juga harus dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu mulai dari yang paling ringan dan sampai yang paling berat.

Hadiah dan hukuman dalam proses pembelajaran adalah suatu motivasi untuk anak agar selalu bersemangat untuk melakukan hal-hal yang baik dan selalu berusaha untuk menghindari perilaku-perilaku yang menyimpang dan melanggar, dan pada akhirnya hal ini akan menjadi suatu kebiasaan bagi anak dalam menjalani kehidupannya.

Alhamdulillah di sekolah TKIT Robbani para guru disana selalu menerapkan sistem reward dan punishment pada anak dengan cara memberi pujian, dan bintang. Setiap hari anak diberi reward berupa bintang apabila berprilaku baik dan mentaati peraturan sekolah. Jika bintang yang dikumpulkan sudah banyak. Maka setiap bulan sekali anak-anak akan diberi hadiah berupa kado. Hal ini bertujuan untuk memotivasi anak, dan teman-teman sekolahnya agar lebih rajin dan semangat lagi ke sekolah. Untuk pemberian punishment biasanya para guru menerapkan sistem menghapus bintang dan juga bisa diberi hukuman lain seperti apabila sholat nya tidak tertib disuruh sholatny diulang kembali, apabila tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru anak tersebut belum boleh makan,Membereskan mainan dan masih banyak lagi. Semoga dengan adanya reward dan punishment pada anak membuat anak menjadi pribadi yang lebih baik , disiplin, bertanggung jawab atas tugasnya dan menjadi pembentukan karakter yang lebih baik dimana pun anak itu berada.

==================================================================

Reward and Punishment for Kids

Author : Rahmah Fithriani, S.Pd

Early childhood is in a golden age throughout the child’s developmental age range. The golden age is a time when children are sensitive to receive various stimulations and various educational efforts from their environment, both intentionally and unintentionally.

Education for children covers all fields of education including moral education, physical education, ratio education, psychological, social and others

In the learning process, of course, many things happen, whether it is for the better or even things that violate. Of course that is a natural thing, because as an early age child is a time when children want to know about all things, want to imitate the people around them, want to try new things, and so on.

It is in this learning period that we as parents or as educators must always provide stimulation to explore children’s abilities and provide motivation as an encouragement to learn, namely through the provision of rewards.

On the other hand, in the learning period, children will not escape from making mistakes / violations which will eventually become a means for children to learn that there are things that can and cannot be done.

Reward and punishment are two opposite things. Prizes are given as a reward for the achievements of the child, while punishment is something that is given in the event of a violation or mistake made by the child.

Rewards or praise will play an effective role as a means of motivating children to repeat the same thing and reinforce appropriate behavior continuously and even become better.

The gifts given can take various forms including goods or materials, in the form of compliments such as the expression “good, thumbs up, good” and others, signs in the form of facial expressions, numbers or values ​​and so on.

Gifts as a tool for educating should not be rewarding, because a reward is something that is given in exchange for an action someone has taken.

If the gift is a reward, then the child will do good just because he hopes for a reward, and is no longer educational.

Giving gifts must have educational value, that is, children have knowledge that their actions are good so they deserve awards so that they motivate children to repeat these good deeds and strengthen behaviors that are acceptable to the environment.

Punishment is carried out to reduce the occurrence of a behavior that violates and is not appropriate and acts as a remedy, not as a form of torture. Punishment should be given in gentle ways and avoid harsh and harsh things because it will cause fear and lack of confidence in children.

Children learn about right and wrong through punishment, teach children a rule that must be understood and obeyed, which leads them to know that there are things that can and cannot be done.

However, punishment should not be done arbitrarily and emotionally. Because the real purpose of punishment (to provide awareness and not to repeat) will not be achieved effectively.

The rules and punishments discussed between parents / teachers and children will also have a good impact on the child, the child will be ready to accept punishment if one day he commits an act that violates the agreed rules.

Punishment must also be carried out through several stages, starting from the lightest to the heaviest.

Rewards and punishments in the learning process are a motivation for children to always be eager to do good things and always try to avoid deviant and violating behaviors, and in the end this will become a habit for children in living their lives.

Thank God at Robbani’s TKIT school the teachers there always apply a system of reward and punishment to children by giving praise and stars. Every day children are rewarded in the form of stars if they behave well and obey school rules. If you have collected a lot of stars. So every month the children will be given gifts in the form of gifts. This aims to motivate children and their school friends to be more diligent and enthusiastic about going to school. For punishment, teachers usually apply a system of removing stars and other punishments can also be given, such as if the prayer is not orderly, they are told to repeat the prayer, if they do not do the tasks given by the teacher, the child is not allowed to eat, clean up toys and much more. Hopefully with rewards and punishments on children, children will become better individuals, disciplined, responsible for their duties and become a better character formation wherever the child is.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.