Dapatkan Informasi Terkini

Sekolah Islam Terpadu Robbani Ogan Ilir

Apa Kata Dunia Jika Anak Kering Dari Ilmu Agama?

Penulis : Artha Ganop Arofi, S.E

Islam memandang anak sebagai anugerah yang sangat mahal harganya, anugerah yang mahal ini merupakan amanah yang harus dijaga dan dilindungi oleh orang tua khususnya, karena anak sebagai aset orang tua, aset bangsa dan yang paling penting adalah aset agama. Islam menaruh perhatian yang besar terhadap perlindungan anak, baik dari sisi fisik, psikis, intelektual, moral hinga kepada spiritual. Namun, hal itu bukan kewajiban orang tua biologisnya saja melainkan menjadi kewajiban kita semua.

Bahkan, sebagai upaya perlindungan terhadap anak, dunia internasional sepakat membuat sebuah regulasi tentang perlindungan anak. Maka, tanggal 28 November 1989, Majelis Umum PBB mengesahkan Konvensi Hak Anak (KHA). Selanjutnya, Pemerintah Indonesia menyadur KHA tersebut dalam bentuk Kepres No. 36 tahun 1990 dan mulai berlaku sejak 5 Oktober 1990. Dalam mewujudkan pelaksanaan dari Konvensi Hak Anak tersebut maka pemerintah Indonesia membuat peraturan tentang perlindungan anak dalam UU No. 23 tahun 2002.

Secara sederhana, bisa disimpulkan bahwa perhatian terhadap anak bukanlah hal yang biasa. Bahkan Al-quran sendiri sarat sekali dengan muatan kisah anak anak, sebagai contoh kisah nabi Ismail a.s kecil dalam surat As-Shoffat, Kisah Nabi Yusuf kecil dalam QS. Yusuf, dan Kisah nasihat Luqman untuk anaknya dalam QS. Luqman. Semua kisah itu berbicara tentang pendidikan dan perlindungan terhadap anak.

Seorang anak akan menjadi karunia yang amat mahal manakala orang tua berhasil mendidiknya menjadi manusia yang patuh terhadap agama, bermoral dan berbakti. Namun, jika orang tua gagal mendidiknya maka anak akan menjadi malapetaka bagi orang tuanya sendiri.

Alhamdulillah ketika orang tua berhasil mendidik si buah hati, Anda bisa menghela nafas dengan lega. Namun, ketika Anda gagal dalam mendidik, Harap wanti wanti dan segera cari solusi dalam membenarkan langkah si anak.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran, bahwa anak merupakan perhiasan kehidupan dunia, anak merupakan penyejuk hati, anak adalah ujian, higga kepada “Anak adalah Musuh bagi orang tua”. Kenapa Bisa? Mohon diperhatikan tulisan selanjutnya.

Salah satu laman berita, Kompasiana.com pada headlinenya menuliskan “Kurangnya Pendidikan Agama Islam berdampak pada Pendidikan Moral Anak”, dijelaskan bahwa keluarga yang tidak menanamkan pendidikan agama sejak kecil akan menjadikan anak tidak memahami norma norma yang berlaku dalam masyarakat. Miris, hal ini akan mengakibatkan kemerosotan atau degradasi moral dalam skala yang sangat besar, karena anak anak yang mengalami kemerosotan moral akan menikah dan menjadi orang tua di kemudian hari. sudah bisa kita bayangkan bagaimana cara mereka mendidik anak anaknya kelak jika moral orang tuanya sendiri tidak terjaga. Wallahu’alam.

Recckitt Benckiser Indonesia, sebagai salah satu produsen barang barang bermerk melakukan penelitian terhadap 500 remaja di 5 kota besar Indonesia. Hasil dari penelitian ini sungguh membuat saya tertegun, karena 33% remaja pernah melakukan hubungan seks penetrasi. Sungguh miris, selain itu angka penyalahgunaan narkoba pada anak dan remaja tahun 2018 lalu meningkat 3,2% hingga mencapai angka 2,29 juta jiwa. Permasalahan anak dan remaja tidak surut di sana saja, Data pusat pengendalian gangguan sosial DKI Jakarta menyebutkan pelajar SD, SMP dan SMA yang terlibat tawuran mencapai 0.08% atau 1.318 siswa dari total 1,6 juta siswa bahkan 26 siswa di antaranya meninggal dunia. Selain kasus seks bebas, narkoba dan tawuran, akhir akhir ini sering bermunculan tentang kasus siswa yang melawan gurunya, hingga ada kasus yang menganiaya guru sampai meninggal di daerah Madura. Sungguh amat kelewat Batas, tidak ada lagi rasa hormat, etika dan moral pada siswa tersebut.

Tentu saja, tidak ada asap jika tidak ada api. Akar permasalahannya bukan terletak pada modernisasi zaman, teknologi atau pengaruh budaya western. Tapi tidak bisa menapikkan juga kalau ketiga hal tersebut turut mempengaruhi degradasi atau kemerosotan moral anak. Ada dua poin penting yang saya rasa cukup berperan dalam mengatasi permasalahan pelik tersebut yaitu Orang tua dan Lingkungan.

Orang tua dinilai sebagai oncak (serapan Bahasa Palembang : Unggulan) dan paling dominan dalam mengajarkan dasar bagi perkembangan moral/akhlak, karena Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak. Alhamdulillah jika Anda termasuk orang tua yang “aware” terhadap ilmu agama dan ilmu sosial si buah hati tercinta. Namun, tidak bisa dipungkiri juga bahwa ada orang tua yang kurang paham tentang peranannya tersebut. Orang tua beranggapan pendidikan bagi anak cukup pada rana sekolah saja dan yang menjadi sorotannya hanyalah perkara nilai semata. Orang tua seperti ini tidak peduli apakah sekolah mampu memberikan didikan moral dan akhlak, memahamkan ilmu agama, berhubungan dg teman sebaya yang berlawanan jenis, karena Fokus perhatiannya hanya kepada prestasi akademik semata. Nilai bagus dipuji, nilai jelek dimarahi.


Berbicara tentang sekolah, ternyata lingkungan sekolah juga berperan penting dalam pembentukan moral siswa. Sekolah ideal, secara sistematis melaksanakan bimbingan, pengajaran dan latihan dalam rangka membantu siswa supaya cakap mengembangkan potensinya, baik berkenaan dengan aspek moral, sosial, intelektual, emosional dan yang paling penting adalah Spiritual. Maka dari itu, sekolah amat berperan besar dalam tumbuh kembang anak, karena hampir sepertiga waktu anak dihabiskan di sekolah. Simak kriteria sekolah terbaik !

Semoga bermanfaat,
Alhamdulillah selama beroperasi, SIT Robbani Ogan Ilir selalu berusaha menjaga kepercayaan orang tua dalam menjadi lingkungan sekunder bagi anak dalam mengembangkan potensinya, baik berkenaan dengan aspek moral, spiritual, intlektual, emosional, maupun sosial. Jika Ayah Bunda berkenan menyekolahkan si buah hati tercinta, silahkan klik link daftar.sitrobbani.sch.id

Sumber :
Fitri, Radhiyatul dan Satrianis. 2018. Pengaruh Pembelajaran Agama Islam Terhadap Perkembangan Moral Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Al-hasanah Kecamatan Rumbai Pesisir. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol 1, No 2.
https://bnn.go.id/penggunaan-narkotika-kalangan-remaja-meningkat/
https://www.suara.com/lifestyle/2021/06/08/135720/bnn-penyalahgunaan-narkoba-di-usia-remaja-dan-pelajar-kian-meningkat
https://p2kk.umm.ac.id/id/pages/detail/artikel/degradasi-moral-remaja-indonesia.html
https://www.kompasiana.com/sellaayunibonde/56498a357197733c12db12c1/kurangnya-pendidikan-agama-islam-berdampak-pada-pendidikan-moral-anak

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.