Dapatkan Informasi Terkini

Sekolah Islam Terpadu Robbani Ogan Ilir

Menanamkan Minat Berbagi Anak di Usia Dini

Penulis : Neliwati, S.Pdi

Anak-anak perlu mempelajari banyak hal, salah satunya untuk saling berbagi. Ini merupakan keterampilan yang harus dikuasai si kecil agar dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain kelak. Sayangnya, mengajarkan anak untuk berbagi bukanlah tugas yang mudah.

Namun, Anda tak perlu khawatir, mengajarkan anak untuk berbagi dengan teman dan orang lain di sekitarnya tidaklah sulit asal tahu caranya. Berbagi merupakan “keterampilan” penting untuk dimiliki dalam hidup. Sama halnya seperti menumbuhkan rasa empati dan mendidik anak untuk peduli, mengajarkan anak untuk berbagai juga penting.

Selama masa perkembangan kognitif dan perkembangan fisik sejak dini, kemampuan berbagi yang dimiliki anak dapat membantu mendukung tumbuh kembangnya.

Keterampilan berbagi ini digunakan anak untuk dapat bersosialisasi dengan teman maupun orang lain di sekitarnya.

Setelah anak mulai memahami konsep berbagi dengan orang lain, biasanya ia akan lebih mudah bersosialisasi di sekolah, tempat kursus, maupun lingkungan rumah.

Mengajarkan anak untuk berbagi sama saja dengan memberi tahu kepadanya mengenai konsep “memberi”.

Dengan cara ini, buah hati Anda akan belajar bahwa ketika kita memberi sesuatu kepada orang lain, kebaikan ini dapat digantikan kembali kepada kita nantinya dengan cara yang tak terduga.

Secara tidak langsung, mengajarkan anak untuk berbagi juga mendidik bagaimana caranya bernegosiasi dan bergiliran dalam melakukan sesuatu.

Berbagai hal tersebut tentu sangat penting untuk dipelajari dan dimiliki anak sejak kecil hingga ia tumbuh dewasa kelak, tak terkecuali di perkembangan anak 6-9 tahun.Alhamdulillah di TKIT Robbani kita sudah mengajarkan anak- anak untuk berbagi ke sesama teman dan guru-guru yang ada di sekolah,di TKIT Robbani setiap jumat mengajarkan anak- anak untuk berbagi secara bergiliran.alhamdulillah antara orang tua sangat senang sekali dengan kegiatan rutin yang di adakan di sekolah.

Cara mengajarkan anak untuk berbagi

  1. Selalu tanamkan dalam benak anak bahwa ia adalah seorang anak yang dermawan, dan itu adalah sifat yang bagus!
    Coba katakan pada anak, “Alhamdulillah kamu anak dermawan, suka berbagi dengan orang lain!”
    Orangtua perlu mengetahui bahwa kata-kata adalah sesuatu yang dapat membentuk pemikiran, dan itu adalah hal yang terpenting, karena dari pikiran akan melahirkan perbuatan, dan dari perbuatan akan melahirkan kebiasaan. Biasakanlah meyakinkan anak dengan mengucapkan kata-kata baik pada dirinya, salah satunya adalah menyandingkan anak dengan sifat dermawan.
  2. Mengajarkan anak untuk mendahulukan orang lain
    Bukan hanya masalah uang, sifat mau berbagi juga mencakup kesenangan dalam berbagi hal apapun seperti tempat duduk, makanan, mainan, dan lainnya. Misalnya saat sedang bersama anak naik transportasi umum, ajarkan anak untuk mau mendahulukan orang lain yang lebih tua untuk naik terlebih dahulu, atau mendahulukan adik yang lebih kecil untuk mendapat tempat duduk. Yang paling pasti, anak meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya, maka agar anak bersedia mendahulukan orang lain, kita sebagai orangtua perlu memberikan contoh baik pada mereka.
  3. Menceritakan kisah Rasulullah dan para sahabat yang saling berlomba-lomba dalam berbagi dan bersedekah
    Orangtua perlu menceritakan pada anak mengenai kisah Rasul dan para sahabat yang sangat luar biasa dalam berbagi dan menyedekahkan harta mereka. Ada Abu Bakar yang memberikan 100% hartanya untuk umat, ada Umar bin Khatthab yang memberikan separuh harta miliknya, dan harta yang disedekahkan kedua sahabat itu bernilai Trilyunan Rupiah jika dikonversikan ke mata uang saat ini.
  4. Beritahukan manfaat berbagi pada anak, biarkan mereka merasa senang berbagi apa yang dimilikinya pada orang lain yang membutuhkan
    Biarkan anak mengetahui bahwa manfaat berbagi bukan hanya untuk orang lain, justru manfaat yang terbesar adalah untuk kita sendiri. Misalnya, berbagi bisa membuat tubuh sehat, menjauhkan dari berbagai penyakit, membuat Allah dan manusia lain mencintai kita, juga membuat Allah melipatgandakan nikmatNya karena kita bersedia membantu sesama hambaNya.
  5. Mengajak anak berbagi ke panti asuhan atau tempat-tempat lain yang dipenuhi dengan orang-orang fakir serta dhuafa
    Ajarkan anak untuk berempati pada orang miskin, dengan demikian anak akan lebih menghargai apa yang mereka miliki. Misalnya dengan memintanya mengumpulkan baju, bacaan, serta mainan yang sudah tak terpakai untuk didonasikan kepada anak-anak lain yang tinggal di panti asuhan atau rumah kumuh.

Jadi dengan kita menanamkan minat anak berbagi di usia dini ,insyak allah melati mereka lebih perduli kepada orang lain yang ada di sekitarnya ,ini sanga baik sekali buat kita tiru ke anak-anak didik kita .

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.