Dapatkan Informasi Terkini

Sekolah Islam Terpadu Robbani Ogan Ilir

Bagaimana Menjadi Orang Tua Idaman Anak

Penulis : Rini Nuraisyah, S.Pd

Semua orang tua mengidam-idamkan anaknya tumbuh cerdas, anak yang sholeh/sholeha memiliki adab yang baik dan meraih keberhasilan hidup. Mereka tak segan-segan mengeluarkan banyak uang untuk menyekolahkan anaknya. Namun itu semua belum tentu cukup, ada banyak dimensi yang turut menentukan keberhasilan anak. Salah satunya, hubungan Orang tua dengan si buah hatinya. Bagaimana peran Orang tua menentukan pembentukan konsep-diri dan karakter anak.

Hubungan orang tua dengan anak berarti bicara soal bagaimana perlakuan Orang tua terhadap anaknya. Dalam hal ini, menurut Baumrind ahli psikolog anak ada tiga macam Orang tua. Mengingat pentingnya merawat dan mendidik anak ada beberapa tipe Orang tua yaitu :

  1. Orang tua otoritatif

Orang tua jenis ini mempunyai hubungan akrab dengan anak-anaknya, memperhatikan kebutuhan anak-anaknya, tetapi pada saat yang sama mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap anak-anaknya. Tidak memanjakan, tapi mengayomi. Orang tua seperti ini menyeimbangkan kehangatan dengan kendali dan tuntutan tinggi dan komunikasi yang jelas tentang apa yang diperlukan dari anak.

  • Orang tua otoriter

Orang tua yang otoriter tidak pernah memberikan kebebasan kapada anaknya, dan menentukan sendiri pilihan-pilihan hidupnya. Sebaliknya, ia mempunyai tuntutan dan ekspektasi yang tinggi terhadap anak, tanpa memperhatikan kebutuhannya. Orang tua jenis ini juga cenderung tertutup, karena tidak membuka komunikasi atau ruang dialog dengan anaknya. Hubungannya dengan si anak bersifat instruktif, searah.

  • Orang tua permisif

Orang tua jenis ini punya andil yang relatif kecil terhadap pembentukan harga diri (self-estéem) anak. Mereka memang cenderung akrab dengan anaknya, tetapi kurang akrab dibanding Orang tua otoritatif. Hanya saja, mereka kurang disiplin. Mereka mempunyai tuntutan dan ekspektasi yang lemah. Anak-anak pun tidak dibiasakan mandiri. Keinginan anak hampir selalu dipenuhi. Akibatnya, anak-anak cenderung rakus, banyak menuntut, dan tidak memikirkan orang lain.

Jadi hanya Orang tua otoritatiflah yang mampu menanamkan self-esteem tinggi pada anaknya. Kelak, anak-anak akan selalu berbesar hati dan merasa mampu untuk menghadapi kesulitan hidup. Akhirnya, anak-anak lebih mandiri dan mampu belajar lebih kuat dibanding dengan anak-anak dari Orang tua otoriter dan permisif.

Bagaimana dengan Anda?

 Tentunya menjadi Orang tua idaman adalah pilihan yang baik, bukan. Ketika orang tua menginginkan anaknya agar menjadi anak yang diidam-idamkan. Sudahkah anda menjadi orang tua idaman? Lalu bagaimana menjadi orang tua idaman untuk anaknya? Berikut ini adalah tips- tips menjadi orang tua idaman :

  • Bersahabatlah dengan anak Anda

Jika Anda ingin menjalin persahabatan dengan anak, Anda harus tahu bahwa mulutnya lebih sadar dari akalnya. Kardus permen baginya lebih baik dari pada buku baru, baju indah lebih ia suka dari pada tutur kata indah seperti yang disampaikan Prof. Mahmud Mahdi Al Istambuli. Ayah yang cerdas adalah ayah yang masuk rumah selalu membawakan hadiah atau oleh-oleh.

  • Cinta dan Pendidikan

Mendidik anak tidak bisa berjalan tanpa menumbuhkan rasa cinta. Anak-anak yang merasakan kasih sayang dan perhatian dari orang-orang mendidik akan tertarik kearahnya dan akan mendengar kata-kata dengan telinga dan hati. Tetapi cinta  bukan berarti membuat anak menjadi berkuasa dirumah dan sekolah serta boleh melakukan apapun yang mereka mau tanpa ada aturan. Ini bukan cinta namanya, tetapi kelemahan dan keruntuhan.

  • Jadilah Ayah/Ibu yang disiplin
  • Jadilah teladan bagi anak-anak Anda
  • Perintah tegas namun tenang

Ketika anak bermain dikamar sehingga berantakan, sebaiknya berkata : “Mari kita rapikan mainanmu bersama-sama”. Jangan memerintah sampai anak merasa terdesak, ia akan semakin membangkang dan tidak ingin menjalankan pekerjaan yang diperintahkan kepadanya.

  • Memberikan kasih sayang.

Ketika anak Anda bangun pagi, jangan ragu untuk mengusap kepalanya. Sebelum ia pergi kesekolah atau keluar rumah , dekaplah kedada Anda dengan kasih sayang. Ketika pulang, ciumlah dan tepuklah punggungnya sambil menanyakan apa yang dilakukan disekolah seharian. Sebelum anak tidur, dekaplah kedada Anda dan ciumlah

  • Memberikan Anak cukup kebebasan
  • Jangan terus mengawasi dan mengikuti anak ketika pergi

Biarkan anak pergi sendirian ketika sudah mencapai usia tertentu. Beri sedikit kebebasan, tetapi berikan pengertian bahwa kebebasan akan dicabut jika tidak digunakan dengan baik.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terbaru

Gallery

Tag

Subscribe