Dapatkan Informasi Terkini

Sekolah Islam Terpadu Robbani Ogan Ilir

Pentingnya Persiapan Mental dan Fisik Bagi Calon Ibu

Penulis : Diar Arum Trianda, S.Pd.

Ibu  memegang berbagai peranan penting dalam keluarga. Ibu adalah “Menteri Pendidikan” bagi anak-anaknya, mendidik dan mengajari tentang keyakinan beragama, adab dan norma, fisik dan mental, intelektual, dan psikologi sehingga terbentuk kepribadian yang baik dalam diri sang anak.

Saking penting dan spesialnya seorang Ibu dalam mendidik anaknya, bahkan sampai ada hari yang khusus diperingati sebagai hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember. Namun, saat ini banyak sekali berita yang beredar mengenai childfree. Tidak ada yang salah dengan pemikiran para wanita mengenai hal tersebut, hanya saja beberapa orang yang memilih childfree terkadang menjatuhkan mental para ibu yang sudah memiliki anak ataupun para ibu yang sangat ingin memiliki anak namun belum jua diberi rezekinya.

Menjadi orang tua khususnya ibu memang sulit sekali. Tentu saja setiap ibu menginginkan sesuatu yang terbaik untuk anaknya, mulai dari pendidikan, pengasuhan, lingkungan pertemanan, dan hal-hal lain yang mendukung perkembangan anaknya menuju dewasa. Tapi terkadang beberapa orang tua melupakan perannya dalam mendidik anak di rumah. Beberapa orang tua beranggapan bahwa memberikan segala fasilitas dan kebutuhan anak di sekolah sudah mencukupi dalam perkembangan anak, namun nyatanya tidak.

Peran orang tua di rumah sama pentingnya dengan peran guru dalam mendidik anaknya. Seperti yang kita lihat, saat ini dunia luar sudah semakin tak terkondisikan, pembullyan, percintaan, pembunuhan, perpeloncoan dan hal hal lain yang menyedihkan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sungguh peran orang tua saat ini jauh lebih berat. Untuk itu sangat perlu komunikasi bersama pasangan dalam tipe cara mendidik anak agar tidak salah langkah dalam perkembangannya. Banyak pasangan muda yang belum siap baik secara mental, finansial, dan skill untuk menjadi orang tua. Dan inilah salah satu alasan kenapa ada perempuan yang memutuskan unuk tidak mau punya anak atau childfree.

Sebagai orang tua yang bijak diperlukan pengetahuan dan pemahaman dalam menuntun perkembangan anak. Karena seiring berjalannya waktu, hidup itu akan lebih bermakna setelah menjadi orang tua. Bisa melihat perkembangan anak ketika kecil, perkembangan pendidikan dari Paud hingga SMA, lalu melanjutkan pendidikan di universitas, bekerja, dan pada akhirnya melihat anak menemukan pasangan hidupnya. Dan hal bahagia lainnya ialah ketika anak kita memberikan cucu yang lucu.

Pola perkembangan anak akan terus berubah seiring tahapan perkembangannya. Perlahan, orang tua mulai belajar untuk bisa memenuhi tahapan perkembangan anak dengan baik, karena tahapan itu tidak bisa kembali lagi. Tentu saja masalah ini akan berlalu, semua kondisi yang dianggap sulit dalam merawat bayi, anak-anak, remaja, hingga dewasa hanya bersifat sementara. Jadi bersabarlah. Dan mungkin suatu hari nanti kita akan merindukan semua lelah dalam mendidik perkembangan anak. Ini adalah bukti bahwa menjadi ibu itu tidaklah mudah. Bahwa menjadi ibu adalah perjalanan yang membutuhkan keikhlasan, kesabaran, dan kekuatan. Dan beberapa ibu merasakan bahwa hidupnya lebih bermakna setelah menjadi ibu.

Banyak sekali persiapan seorang ibu untuk melahirkan seorang anak. Tidak hanya sekedar fisik, tetapi juga psikis. Proses kehamilan tidak hanya berlangsung selama 9 bulan saja. Ibu akan mengalami perubahan lebih dari itu, mulai dari kondisi tubuh sebelum kehamilan, masa hamil, hingga bayi keluarpun tubuh ibu akan terus mengalami perubahan dalam beradabtasi. Tentunya hal ini perlu diimbangi dengan persiapan mental yang baik. Untuk itulah perlunya kesiapan seorang perempuan dalam menjadi ibu, berikut persiapannya:

1. Mengetahui apa peran orang tua
Sebelum menjadi orang tua, tentu saja kita perlu mengetahui peran dan arti orang tua bagi anak-anaknya. Hal ini bisa kita pelajari dari orang tua kita yang sudah lebih dulu menjadi orang tua. Dalam mendidik dan menuntun perkembangan anak, perlu dilakukan diskusi terhadap pola asuh anak bersama pasangan. Dalam pembahasan inilah kita bisa mengetahui kesiapan pasangan untuk menjadi orang tua.

2. Menguatkan ikatan batin bersama pasangan
Sebagai orang tua, ibu dan ayah perlu bekerja sama dalam menerapkan pola asuh yang sesuai dalam perkembangan anak. Karena itulah perlunya ikatan batin bersama pasangan. Sebab setelah ibu masuk pada masa kehamilan, ibu cenderung memiliki emosi yang tidak stabil, terkadang mudah marah, tiba-tiba sedih, tiba-tiba cerewet, dan hal serupa lainnya. Dalam menghadapi situasi inilah, peran suami diperlukan dalam memahami emosi tidak stabil istrinya. Bahkan setelah melahirkanpun, terkadang istri tetap butuh suami untuk mendampinginya dan membantunya dalam mengurus anak. Maka dengan mendekatkan ikatan batin yang kuat diharapkan dapat mengurangi permasalahan emosi pada ibu.

3. Menjaga kondisi mental
Setelah memutuskan untuk menikah, tentu saja akan ada banyak perubahan hidup dari kondisi sebelumnya. Akan ada banyak hal-hal baru yang kita ketahui tentang kebiasaan pasangan. Pada masa kehamilan, seorang ibu mengalami emosi yang bergejolak karena adanya perubahan hormon kehamilan. Kondisi ini perlu disadari oleh diri sendiri dan pasangan, agar keduanya mampu untuk mencari cara agar dapat menjaga kondisi mental masing-masing tetap sehat dan stabil. Sehingga keduanya mampu menghindari kesalahpahaman dan permainan emosi yang tidak stabil karena masa kehamilan. Selain itu, kedua pasangan harus tetap berfikiran positif dalam menghadapi emosi tiap pasangan.

4. Membuat rencana kehidupan
Sebenarnya membuat rencana kehidupan pasca menikah bisa dilakukan sebelum memutuskan untuk menikah. Karena terkadang ketika bahasan ini dilakukan setelah menikah, akan ada saja perdebatan yang terjadi antara dua pemikiran. Namun jika kedua pasangan saling memahami, maka rencana kehidupan itu akan dicari jalan tengahnya agar memiliki satu rencana kehidupan yang sama. Membuat rencana kehidupan sangat penting untuk didiskusikan bersama pasangan, karena bahasan ini menyangkut kehidupan jangka panjang setelah memutuskan untuk menikah. Mulai dari keinginan punya anak, pola asuh anak, pendidikan anak, lingkungan tempat tinggal, dan hal-hal lainnya dalam urusan rumah tangga.

5. Mempersiapkan diri
Peran menjadi orang tua dapat kita pelajari dari kelurga, teman, kenalan, hingga orang terpercaya yang dapat memberikan informasi seputar keluarga. Pembelajaran ini sangat diperlukan agar kita dapat membagi peran dalam menjadi ibu dan menjadi istri, begitu pula pasangan kita dalam menjadi ayah, suami, dan mencari nafkah. Jika semua dilakukan dengan pemahaman, maka semuanya terasa nyaman. Perlu sekali meluangkan waktu bersama pasangan disamping peran yang lain untuk menjaga keharmonisan suami dan istri.

Itulah beberapa persiapan mental untuk menjadi orang tua. Meski kita merasa sudah siap menjadi ibu, punya anak bisa terasa sangat berat dan jadi pengalaman yang mengubah hidup. Kendati menjadi ibu bisa membuat kita bahagia menikmati momen luar biasa dalam menyaksikan perkembangan anak. Sangat wajar jika ada orang tua yang merasakan kebahagiaan sekaligus stres. Menjadi orang tua baru berarti kita perlu mencari cara untuk mengatasi stres dengan lebih efektif demi kesehatan jangka panjang yang lebih baik.

Tetap semangat para Ibu dan Ayah!!
Semoga Ananda tumbuh menjadi anak yang berguna bagi Bangsa, Agama dan Negara

SIT Robbani Ogan Ilir | Because Every Child is Unique

Related: maud lewis net worth, lidia’s corn and zucchini minestra, town of east fishkill noise ordinance, epsom salt bath water turns brown, kerry m fillatre funeral home obituaries st anthony, fs20176 cross reference, mc products water level gauge, caltpa cycle 2 examples, henning wehn heart attack, density of water at 21 degrees celsius, incident in edenbridge today, lost eden sims 4, snyder’s peanut butter pretzel sandwich discontinued, spirit airlines fleet size, tallahassee democrat obituaries past 30 days,

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terbaru

Gallery

Tag

Subscribe