Dapatkan Informasi Terkini

Sekolah Islam Terpadu Robbani Ogan Ilir

Pentingnya Pendidikan Karakter Pada Anak Sekolah Dasar

Penulis : Marlinda, S.Pd

foto anak muslim dan muslimah sekolah SD sangat bahagia dengan karaktenya

Pendidikan karakter merupakan proses pemberian  tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, cipta, rasa dan karsa. Pendidikan karakter juga dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Pendidikan karakter juga dapat dimaknai sebagai suatu system penanaman nilai-nilai karakter kepada anak yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut baik terhadap Tuhan yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi insan kamil.

Hakikat pendidikan karakter menurut Ki Hadjar Dewantara adalah usaha sadar penanaman/internalisasi nilai-nilai moral dalam sikap dan perilaku anak didik agar memiliki sikap, perilaku dan budi pekerti yang luhur (akhlaqul karimah) dalam keseharian baik berinteraksi denganTuhan, dengan sesama manusia, dengan alam lingkungan maupun kebangsaan sehingga menjadi insan kamil. Adapun nilai-nilai yang perlu dihayati dan diamalkan oleh guru saat mengajarkan mata pelajaran di sekolah adalah: religius, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, senang membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan tanggung jawab.

Pendidikan karakter adalah sebuah usaha untuk menerapkan nilai-nilai agama moral dan etika pada peserta didik melalui ilmu pengetahuan yang dibantu juga oleh orang tua, guru,serta masyarakat yang sangat penting dalam pembentukan dan perkembangan karakter peserta didik. setiap anak memiliki potensi yang baik sejak lahir namun setiap potensi tersebut harus terus diasah dan disosialisasikan dengan baik agar karakter setiap anak terbentuk dan berkembang secara maksimal.

Proses pendidikan karakter perlu dilakukan sejak dini dan sudah harus dimaksimalkan pada usia sekolah dasar potensi yang baik sebenarnya sudah dimiliki sejak manusia lahir tetapi potensi tersebut harus terus dibina dan dikembangkan melalui sosialisasi baik dari keluarga sekolah maupun masyarakat.

Karakter seseorang akan terbentuk bila aktivitas dilakukan berulang-ulang secara rutin hingga menjadi suatu kebiasaan yang akhirnya tidak hanya menjadi suatu kebiasaan saja tetapi juga menjadi suatu karakter. Maka, dari itu pendidikan karakter harus dilakukan sedini mungkin agar anak mampu menanamkan karakter yang baik sehingga mereka bisa membawanya hingga usia dewasa. pendidikan karakter di sekolah dapat diterapkan pada semua mata pelajaran dan setiap mata pelajaran yang berkaitan dengan norma-norma perlu dikembangkan dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Peran keluarga, guru, dan masyarakat sekitar sangatlah penting dalam meningkatkan karakter calon penerus bangsa. keluarga adalah sebagai tempat utama dan pertama peserta didik menjalani kehidupan dan pendidikannya maka hendaklah mengawasi dan membimbing dengan penuh kasih sayang tegas dan juga cermat. Peran guru di sekolah bukan hanya mengajar tetapi juga mendidik peran guru juga sebagai rolemodel dalam pandangan anak sehingga guru akan menjadi patokan bagi sikap anak didik. Guru juga tidak hanya mengajarkan konsep karakter yang baik tetapi juga bagaimana mengarahkan peserta didik untuk dapat mengimplementasikan pada kehidupan sehari-hari. Masyarakat sekitar juga berperan dalam mengawasi dan memotivasi perkembangan peserta didik agar Suatu saat masa depan mereka lebih baik.

Contoh pendidikan karakter

  1. Agama

Sifat religius mengacu pada ajaran agama yang dianutnya dan mengutamakan hidup rukun dan toleransi.

  • Sejujurnya

Mengutip publikasi Penanaman Nilai Kejujuran melalui Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini dengan Teknik Modeling, jujur ​​merupakan karakter yang terbentuk dari sikap amanah. Memiliki pribadi yang jujur ​​membuat diri menjadi seseorang yang selalu dipercaya dalam hal apa pun. Perilaku jujur ​​dalam kehidupan sehari-hari bisa diterapkan di mana saja.

  • Toleransi dan menghargai

Sifat toleransi dan saling menghargai kepada masyarakat lainnya. Contoh dalam perilaku sehari-hari tidak memaksakan pendapat sendiri di atas kepentingan golongan, dan menghargai pemikiran orang lain.

  • Disiplin

Sifat disiplin masyarakat menunjukkan perilaku tertib terhadap berbagai ketentuan dan peraturan. Dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dilakukan menaati peraturan cara berpakaian dan selalu tepat waktu.

  • Peduli lingkungan

Sikap peduli lditerapkan selalu menjaga lingkungan, seperti membuang sampah di tempatnya

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terbaru

Gallery

Tag

Subscribe