Dapatkan Informasi Terkini

Sekolah Islam Terpadu Robbani Ogan Ilir

Setiap Generasi Bergandengan untuk Menghadapi Zaman yang Baru

Penulis : Marisa, S.Pd

Dunia terus berputar dan zaman terus bergerak maju. Setiap generasi memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berbeda, dan di era yang baru ini, penting bagi setiap generasi untuk bergandengan tangan dan saling bekerja sama untuk menghadapi berbagai tantangan dan peluang yang ada.

Generasi muda, dengan semangat dan idealismenya, membawa energi baru dan ide-ide segar untuk membangun masa depan yang lebih baik. Mereka memiliki akses ke teknologi dan informasi yang lebih canggih, dan mereka dapat menggunakannya untuk membuat perubahan positif di dunia.

Generasi tua, dengan pengalaman dan kebijaksanaannya, memberikan landasan yang kokoh bagi generasi muda untuk berkembang. Mereka telah melalui berbagai rintangan dan memiliki pengetahuan yang berharga untuk dibagikan.

Menurut Kupperschmidt generasi merupakan pembagian kelompok orang berdasarkan kesamaan umur, tahun lahir, lokasi dan juga pengalaman historis atau kejadian-kejadian dalam individu tersebut yang sama yang memiliki pengaruh signifikan dalam fase pertumbuhan mereka.

Setiap generasi mempunyai karakternya masing-masing yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti orang tua, lingkungan maupun sosial. Perbedaan karakter ini jika tidak ditanggapi dengan bijaksana akan mempengaruhi individu dalam proses perkembagannya.

Contoh, generasi boomers yang menyindir anaknya yang masuk ke dalam generasi z karena tidak bisa lepas dari gadget. Misalnya, “kamu ini mau jadi apa sih?  main hape terus.” Hal seperti ini mungkin terdengar biasa saja, namun sering di komentari tanpa disertai ajaran yang baik akan mempengaruhi mental si anak. Seperti kata-kata bijak Dorothy Law Notle , jika anak dibesarkan dengan celaan ia akan belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan cemo’ohan ia belajar rendah diri dan jika anak dibesarkan dengan hinaan ia belajar menyesali diri. Kita tidak akan mau jika anak-anak kita tumbuh dengan perasaan dan sikap yang akan membuat perkembangan mental mereka terganggu. Ini menyangkut firman Allah SWT.

Dalam quran surat An-Nahl ayat 125 yang menuntut menusia selalu bijak dalam menyampaikan informasi. Maka penting bagi orang tua untuk memahami apapun yang menyangkut anaknya termasuk kegemarannya.

Banyak orang tua merasa generasi mereka adalah generasi terbaik. Dibuktikan dengan berbagai keluhan mereka terhadap kegemaran anak-anak mereka terhadap gadget yang mana itu mengganggu di mata mereka. Padahal jika gadget muncul saat mereka remaja mereka juga pasti tidak akan menolak pesona dari AI atau kecerdasan teknologi. Memang dalam kadar yang berlebihan bermain gadget bisa merusak penggunanya , namun jika orang tua mengerti tentang benda yang ada di tangan anaknya dan syukur-syukur bisa memahami algoritmanya maka tidak menutup kemungkinan perkembangan anaknya akan lebih optimal. Ini hanya tentang memahami cara penggunaannya bukan menyingkirkan teknologinya.

Ada hal berbahaya yang menghambat kerja sama setiap generasi dalam mempersiapkan masa depan, yaitu adalah merasa paling tahu. Apalagi merasa paling tau tapi paling banyak bicara. Merasa paling tau itu lebih buruk dari merasa bodoh. Karena orang yang merasa bodoh tau jika dia tidak tau, tapi orang yang merasa paling tau tidak tahu jika dia tidak tahu. Jadi, orang yang merasa bodoh ada kemungkinan untuk mau belajar untuk menutupi kebodohannya. Ini lebih baik dari pada berpuas diri.

Anak yang suka merusak mainan biasanya akan dimarahi, padahal anak yang seperti itu memiliki keingintahuan yang besar akan sesuatu. Dengan memarahinya anak akan jadi orang yang selalu menyalahkan diri dimasa depan dan menahan rasa ingin tahu yang besar di dalam diri. Karena jika dia mencoba mencari tahu pasti orang tuanya tidak akan suka, maka jadilah dia tumbuh dengan rasa bersalah. Padahal rasa ingin tahu itu merupakan kunci penting bagi perkembangan diri. Maka dari itu kita harus memahami bahwa setiap orang memiliki keingintahuan dan penting untuk menjaganya selalu ada di dalam diri manusia.

Keingintahuan orang terhadap dunia juga berbeda-beda, ada orang yang tertarik pada satu hal dari kecil dan ada  yang berubah-ubah selama hidupnya. Dan dua tipe manusia ini sama-sama dibtuhkan dunia. Karena  tipe yang pertama akan melahirkan expert atau ahli dalam suatu hal. Dan tipe kedua akan melahirkan innovator, karena inovasi datang dari orang yang banyak mengatahui banyak hal. Hal ini bisa kita lihat pada anak-anak kita, pasti mereka salah satu di antara dua tipe itu, dan tugas kita sebagai orang tua adalah menjaga agar rasa ingin tahu anak kita tidak hilang dari diri mereka.

Kemudian, sebagai anak juga harus bijak menyikapi orang tua yang berbeda pendapat. Mereka tumbuh di zaman yang berdeda, apa yang dilihat mereka seperti hiburan, teknologi dan lain-lain juga sangat berdeda dengan kita. Jadi wajar jika perbedaan itu ada. Mereka bukannya tidak bisa menerima, hanya saja belum terbiasa dengan dunia yang sekarang, dan kita juga harus mempersiapkan diri untuk masa depan agar tidak merasa sangat asing dengan zaman yang akan kita dan anak-anak hadapi.

Sebagai orang yang berbeda generasi dengan orang tua dan anak anak kita, kita mesti mengenali perbedaan antar-generasi. Termasuk memahami apa saja yang membuat setiap generasi bisa mempunyai sifat dan kepribadian yang berbeda. Zaman akan terus  berubah, dan teknologi yang merupakan salah satu penyebab timpangnya perbedaan generasi juga akan terus berubah. Kita harus bijak dalam menghadapi perubahan demi kerjasama yang baik antar generasi  untuk masa depan.

Dengan bergandengan tangan dan saling bekerja sama, setiap generasi dapat memberikan kontribusi yang berharga untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Mari kita jadikan perbedaan antar generasi sebagai kekuatan, bukan sebagai kelemahan. Bersama-sama, kita dapat menciptakan dunia yang lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih berkelanjutan untuk semua.




 kartun muslim 3D Animation setiap generasi ilmuwan dan IT siap berperang

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.