Dapatkan Informasi Terkini

Sekolah Islam Terpadu Robbani Ogan Ilir

Malam yang lebih baik dari seribu bulan

Penulis : Mutiara Permaisuri, A., S. Hum

Bulan suci ramadhan, tak terasa hari – hari berlalu umat muslim telah menunaikan kewajibannya sampai hari kemenangan tiba. Momen yang sangat dinanti ini menjadi perjalanan yang tak bisa dibilang singkat ataupun panjang. Sebulan penuh umat muslim berlomba-lomba mendapatkan keberkahan serta pahala sebanyak-banyaknya. Salah satu waktu yang sangat didambakan adalah kemenangan di malam lailatul qadar, malam yang lebih baik dari pada seribu bulan.

Lailatul qadar merupakan istilah dalam bahasa Arab yang berarti malam kemuliaan. Di malam tersebut diturunkannya mukjizat kekal kepada Nabi akhir zaman Muhammad Shallallahu alaihi wassalam. Malam yang penuh keberkahan, pengampunan, kesejahteraan serta kasih sayangNya. Malam penentuan rezki hingga kematian. Malam turunnya ribuan malaikat ke bumi. Adapun Peristiwa turunnya kitab suci telah tercantum dalam firmanNya Subhanahu wata’ala surat al-qadar:

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِؕ

لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِ  ۙ خَيۡرٌ مِّنۡ اَلۡفِ شَهۡرٍؕ

تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡ‌ۚ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ

سَلٰمٌ هِىَ حَتّٰى مَطۡلَعِ الۡفَجۡرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Dalam tafsir Ath-Thabari termaktub bahwa hal yang menjadi asbabun nuzul surat ini adalah kisah yang disampaikan Rasul mengenai salah satu laki-laki Bani Israil. Dikatakan bahwa pemuda tersebut merupakan mujahid yang ahli ibadah. Ia menghabiskan waktu malam sampai pagi untuk beribadah. Kemudian ia memerangi orang – orang kafir di waktu siang hingga menjelang malam. Ia melaksanakan aktivitas tersebut selama 1000 bulan atau 83 tahun 4 bulan. Rasul serta sahabatnyapun kagum atas perbuatan lelaki tersebut. Maka Allah turunkan surat Al-Qadar seraya Malaikat Jibril berkata “wahai Muhammad, Allah telah memberikanmu dan umatmu malam yang sangat mulia. Beribadah pada malam tersebut lebih baik dari pada seribu bulan”.

Masyaallah dengan mengetahui asbabun nuzul surat tersebut kita dapat mengetahui bahwa kemenangan di malam lailatul qadar bagaikan pahala yang diraih oleh mujahid yang telah mengerjakan amal kebaikannya selama 1000 bulan. Lalu kapan hadir malam yang sangat mulia tersebut? Serta apa saja amalan-amalan yang dapat kita laksanakan untuk mendapat kemenangan tersebut?

Dalam sebuah hadits yang diriwauatkan oleh Ibunda Aisyah Radhiyallahu anha bahwa Rasullah Shallallahu alaihi wassalam berkata:

تحررّوا ليلة القدر فى الوتر من العشر الأواخر من رمضان

Carilah lailatul qadar itu pada tanggal gasal dari sepuluh terakhir pada bulan ramadhan (HR Bukhari)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa malam lailatul qadar hadir di antara sepuluh malam ganjil di akhir ramadhan. Nahdatul Ulama memprediksikan bahwa tanggal ganjil di Ramadhan tahun  ini adalah tanggal 1, 3, 5, 7, 9 bulan April 2024. Salah satu tanda terjadinya malam lailatul qadar adalah terkabulnya doa-doal yang kita panjatkan serta ketenangan yang didapatkan di pagi hari setelah malam lailatul qadar. Maka hendaklah kita berburu malam tersebut di sepuluh akhir ramadhan dengan melaksanakan ibadah-ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah dan para ulama. Adapun amalan ibadah yang dianjurkan untuk mendapatkan kemenangan lailatul qadar adalah sebagai berikut:-

  • Menjaga shalat wajib lima waktu

Selayaknya rukun islam kedua yang wajib dikerjakan yakni shalat, ibadah amaliyah yaumiyah. Pahala yang akan didapatkan dalam pengerjaan ibadah di bulan suci ramadhan lebih berlipat ganda dari bulan – bulan biasanya, apalagi jika mengerjakan shalat tersebut secara berjamaah. Sebagimana Rasul bersabda dalam haditsnya:

من صلى العشاء فى جماعة كان كقيام نصف ليل ومن صلى العشاء والفجر فى الجماعة كان كقيام الليل

Barang siapa yang mengerjakan shalat isya berjamaah, maka ia akan mendapatkan bonus pahala atau ibadah selama setengah malam. Dan barang siapa yang mengerjakan shalat isya dan subuh berjamaah, maka ia seperti shalat semalam penuh.” (HR Muslim)

  • menjaga shalat tarawih berjamaah

Dalam sabdanya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam berkata:

Barang siapa yang shalat tarawih bersama imam sampai selesai atau ditutup dengan witir, maka iamendapatkan pahala shalat semalam suntun” (HR Tirmidzi)

Hadits tersebut menganjurkan untuk melaksanakan taraweh secara berjamaah di masjid maupun di rumah. Akan tetapi dalam hadits lain dijelaskan bahwa perempuan lebih baik mengerjakan taraweh di rumah sebagaimana hadits Rasul yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah “sebaik-baiknya masjid bagi para perempuan adalah di bagian rumah mereka (HR Ahmad). Adapun jika seorang perempuan ingin melaksanakan taraweh di masjid, maka ia wajib menjaga pandangan serta menutup auratnya.

  • Memperbanyak membaca al-quran serta bertadabbur

Memperbanyak membaca al-quran di bulan suci ini menjadikan beberapa manfaat sendiri. selain pahala yang berlimpah di setiap ayat bahkan huruf, pembaca al-Qur’an akan memperoleh ketenangan dan naungan malaikat. Abu Hurairah meriwayatkan suatu hadits Rasul dengan berbunyi “Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah di antara rumah-rumah Allah (masjid), kemudia mereka membaca kitab Allag dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun atas mereka ketenangan dan Allah meliputi dengan rahmat, mereka akan dinaungi para malaikat, dan Allah akan membanggakan mereka di hadapan para malaikat” (HR Muslim)

  • Memperbanyak do’a dan dzikir

Do’a merupakan permintaan kita sebagai hamba kepada yang maha kuasa. Dalam pemanjatan do’a selayaknya hamba memperbanyak dzikir sebagai pengingat kita akan tujuan hidup dan penghambaan kepadanya. Doa’ dzikir yang sangat dianjurkan di bulan suci ramadhan yakni:

اللهمّ إنّك عفوّ كريم تحبّ العفو فاعف عنّى

Ya Allah engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku”

  • Mengeluarkan sedekah

Allah akan melipat gandakan sadakahnya manusia di hari-hari biasa. Dan jika Bersadakah di malam lailatul qadar maka ia akan lebih melipatkan balasan serta pahala. Sebagaimana ibadah di malam lailatul qadar seperti ibadah selama 1000 bulan, maka bersedekah di malam mulia seakan-akan pahala bersedekah di 1000 bulan.

  • Bangunkan dan ajak keluarga untuk beribadah

Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

كان النبي إذا دخل العشر مئزره وأحيا ليله وأيقظ أهله

“Jika memasuki sepuluh malam terakhir Nabi Muhammad mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah dan membangunkan keluarganya agar mereka beribadah”

Dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Rasul akan mengencangkan ikat pinggangnya. Maksud istilah tersebut adalah ia tidak akan melaksanakan hubungan suami istri dan memfokuskan ibadahnya. Ia juga mengajak kelaurganya untuk melaksanakan ibadah.

  • Lakukan ibadah dengan penuh keimanan dan keyakinan

Rasulullah SAW bersabda:

من يقم ليلة القدر ايمانا واحتسابا غفر له ماتقدّم من ذنبه

“Barang siapa yang menghidupkan lailatul qadar karena keimanan dan ihtisaban (berharap dan antusias terhadap pahala) niscaya dosanya yang lalu akan diampuni oleh Allah” (Muttafaqun alaihi)

Apabila kita mengerjakan amalan-amalan ini di sepuluh malam akhir ramadhan dengan sebaik-baiknya, maka in sya Allah kita akan mendapatkan kemenangan lailatul qadar dengan sempurna. Dan apabila kita menyia-nyiakan kesempatan emas ini maka ia akan dijauhkan dari kebaikan-kebaikan. Sebagaimana sabda Rasul “Barang siapa yang terhalang dari mendapatkan kebaikannya (Lailatul qadar), maka ia telah terhalang dari (banyak) kebaikan, (HR An-Nasa’i). Semoga kita termasuk dalam umat Rasul yang mendapatkan malam yang sangat mulia ini, aamiin. Wallahu a’lam bisshawab.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terbaru

Gallery

Tag

Subscribe