Dapatkan Informasi Terkini

Sekolah Islam Terpadu Robbani Ogan Ilir

Memahami Anger Issues: Ketika Kemarahan Menjadi Tak Terkendali

Oleh    : Veti Susanti, S.Pd

“Kenapa seseorang mudah marah hanya karena hal kecil?”. Masalah sedikit, banting barang! Senggol sedikit, ngamuk! Macet sedikit, marah-marah! Adakah orang di sekitarmu yang seperti ini? atau, jangan-jangan kamu sendiri?

Mari kita kupas tuntang mengenai anger issues ini!

Pertama, marah adalah emosi yang ditandai oleh pertentangan terhadap seseorang atau perasaan setelah diperlakukan tidak benar. Kemarahan dapat berupa amarah, rasa sakit hati, sedih, atau merasa terancam, cemas atau takut. Berkaitan dengan kadar adrenalin yang meningkatkan gejala fisik. Keinginan kuat untuk melakukan sesuatu untuk menakut-nakuti atau mengintimidasi seseorang. Kondisi ketika seseorang tidak mampu mengendalikan amarahnya disebut anger issues. Kemarahan yang berlebihan dan tidak terkendali, dapat menyakiti diri sendiri dan merusak hubungan dengan orang lain.

Seseorang yang mengalami anger issues dapat dikenali melalui beberapa ciri, seperti mudah marah di banyak waktu. Masalah kecil saja dapat memicu kemarahannya, sehingga menciptakan presepsi yang kurang baik dari orang lain. Merasa stres, lelah, bahkan tidak baik secara fisik. Melampiaskan amarah dengan cara  yang salah, menyuarakan kemarahan lewat ucapan atau fisik yang mungkin membuat orang lain terintimidasi, tidak bisa mengekspresikan kemarahan sehingga cenderung merasa tidak baik, baik fisik maupun psikologis.

Tahukah kita bahwa salah satu penyebab terjadinya anger issues adalah menumpuk amarah. Seseorang bisa jadi tidak semarah itu dengan hal kecil yang dialaminya. Namun, hal kecil itulah yang menjadi alasan untuk melampiaskan kemarahannya yang telah menumpuk. Bisa jadi sebelumnya seseorang itu mengalami kondisi yang kurang baik, misalnya baru saja mengalami penipuan, permasalahan relationship, dan sebagainya. Sehingga beberapa orang memanfaat momentum kesalahan yang terkesan sepele untuk meledakkan amarahnya.

Perasaan marah itu seperti bom waktu, semakin lama menahan dan menumpuknya maka akan semakin besar pula ledakannya.

Kapan meledaknya? Tergantung trigger-nya.

Satu hal yang pasti ketika hal itu terjadi, orang disekitar kita, orang tersayang, terutama diri kita sendiri akan merasa terluka. Oleh karena itu, sebelum ledakan itu terjadi secara mendadak. Ada baiknya sedikit demi sedikit kita ledakkan sendiri.

Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan bercerita kepada orang yang kita percayai. Validasi perasaan kita bahwa kita sedang tidak baik-baik saja dan itu tidak masalah. Bisa juga dengan melakukan aktivitas fisik, melampiaskan perasaan marah sekaligus menyehatkan badan. Atau dengan menuliskan apa yang kita rasakan ke dalam jurnal harian, hal ini dapat membantu mengeluarkan amarah tanpa marah-marah kepada orang lain. Jika dirasa perlu bantuan professional, maka sangat dianjurkan untuk melakukan konseling.

Teknik manajemen marah berdasarkan artikel dari Hellenic College Holly Cross yang dapat kamu terapkan ketika amarah mulai mengendalikan dirimu, yaitu:

  1. Hitung sampai 20 sebelum kamu mengatakan apapun. Hal ini dapat membantu kamu berpikir sebelum bertindak.
  2. Tinggalkan ruangan selama beberapa menit atau jam jika diperlukan sebelum membahas hal sensitif yang dapat memicu kemarahan.
  3. Menulis tanggapan terhadap suatu masalah sebelum mengatasinya. Hal ini dapat membantu kamu berpikir tentang pendekatan terbaik dari pada merespon dengan kemarahan sembarangan yang spontan.
  4. Mencatat setiap emosi negatif agar dapat dipelajari dan mengurangi/menanggapi kejadian berulang yang berakibat negatif.
  5. Memelihara hewan jika diperlukan, karena berdasarkan penelitian memiliki hewan peliharaan dapat membantu mengurangi tingkat stress yang dapat memicu amarah.
  6. Membicarakannya kepada teman terpercaya dan mengungkapkannya kepada tenaga professional.

Kita bukan tidak boleh marah, kadang kala penanganan rasa amarah yang kurang tepat sering mengakibatkan penyesalan. Mari kita tangani kemarahan dengan cara yang tepat dengan tidak menumpuknya, sehingga energi yang terkumpul tidak menjadi boomerang di kemudian hari.

Ingatlah bahwa Anda tidak sendirian. Anger issues adalah kondisi yang dapat diobati. Dengan bantuan yang tepat, Anda dapat belajar mengendalikan amarah Anda dan menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan sehat.

Semoga Bermanfaat!

Dapatkan artikel dan seputar info menarik SIT ROBBANI OGAN ILIR di sitrobbani.sch.id

Sumber tulisan: @wantja (Instagram Account) dirangkum Oleh : Veti Susanti, S.Pd, Editor : Tutik Wahyuni, S.Si

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terbaru

Gallery

Tag

Subscribe